Minggu, 11 Desember 2016

SERTIJAB DANYONIF RAIDER KHUSUS 744/SATYA YUDHA BAKTI



Sabtu, (10/12/2016) personel jajaran Brigif 21/Komodo melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab)  Danyonif Raider Khusus 744/SYB dari Letkol Inf. Parada Warta Nusantara Tapubolon, S.H kepada Mayor Inf. Samsul Huda, S.E yang bertempat di lapangan Tobir, Markas Komando Yonif Raider Khusus 744/SYB Tobir Desa Manleten, Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan RDTL. 

Dalam pengarahan Upacara Sertijab tersebut, Danbrigif 21/Komodo Kolonel Inf. Andre Saputro, S.E yang selaku inspektur upacara mengatakan bahwa, “serah terima jabatan merupakan hal yang biasa dan rutin di lingkungan Kodam IX/Udayana. Kegiatan ini adalah bagian dari pembinaan personel yang tidak terpisahkan dari mekanisme suatu organisasi, demi pengembangan dan pencapaian tugas pokok satuan yang lebih berhasil dan berdaya guna juga sebagai sarana untuk peningkatan karier bagi seorang perwira. Selain itu, satu hal yang harus dipahami bahwa, jabatan yang dipercayakan merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa dan kepercayaan dari pimpinan. Karena itu tugas dan kewajiban pengabdian kepada negara ini harus dipertanggungjawabkan, baik itu secara moral maupun institusi organisasi”.



Hadir pada upacara tersebut yaitu, personel jajaran Brigif 21/Komodo, perwakilan Pemerintah Kabupaten Belu, Pemkab Malaka, Pimpinan Forkompinda, Dansub POM Atambua, Danki Brimob Atambua, Kapolsek Tastim, Perwira Staf Kodim 1605/Belu, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten TTU, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Selasa, 15 November 2016

UPACARA SERAH TERIMA KOMANDAN YONIF 743/PRADNYA SAMAPTA YUDHA




Kupang. Senin, (14/11/2016). Pada pukul 08.00 WITA,  300 personel jajaran Brigif 21/Komodo melaksanakan upacara SERAH TERIMA JABATAN DANYONIF 743/PRADNYA SAMAPTA YUDHA dari Letkol Inf Agus Setiandar kepada Mayor  Inf Si Made Rai Edi Astawa, S.O.S, M. PM yang bertempat di Mayonif 743/PSY.


Hadir dalam undangan upacara sertijab Danyonif 743/PSY antara lain; Para Kasi dan Pasi Brigif 21/Komodo, Dandenma Brigif 21/Komodo Kapten Inf Nouvi Effendi, Danyonif Raider Khusus 744/PSY Letkol Parada Warta Nusantara Tapubolon, S.H.,  Wadanyonif 743/PSY Mayor Inf Anjar Ari Wibowo, para Pasi Yonif 743/PSY, serta Ketua Persit beserta pengurus Kartika Chandra Kirana Cabang XL Brigif 21.





Dalam upacara sertijab Danyonif 743/PSY tersebut, Danbrigif 21/Komodo Kolonel Inf Andree Saputro, S.E. selaku inspektur membacakan amanatnya yang berpesan  “Komandan sekaligus pemimpin yang baik, harus membuat prestasi terbaik, berani, tulus serta ikhlas”. Selain itu, Danbrigif 21/Komodo Kolonel Inf Andree Saputro, S.E.,  juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Letkol Inf Agus Setiandar atas prestasi serta dedikasi yang diberikan kepada prajurit YONIF 743/PSY dalam masa kepemimpinannya. 



Minggu, 13 November 2016

Uji Hirbak Tingkat Pratama



Menembak merupakan  kemampuan yang harus  dikuasai oleh seorang prajurit TNI. Kemampuan  tersebut dilaksanakan dalam mendukung tugas seorang prajurit TNI di satuan, dan diantaranya untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI .


Camplong, (7-12/11/2016). Prajurit Detasemen Markas Brigade Infanteri 21/Komodo melaksanakan kegiatan Uji Hirbak Tingkat Pratama yang bertempat di lapangan tembak Mabrigif 21/Komodo. Pelaksanaan kegiatan Uji Hirbak ini bertujuan untuk memelihara kemampuan dasar menembak senapan dan meningkatkan kemahiran menembak  senapan prajurit dan akan berlanjut ke tingkat berikutnya yaitu Tingkat Madya.
 

 








Pelaksanaan kegiatan Uji Hirbak Tingkat Pratama Ta. 2016 Denma Brigif 21/Komodo dapat dilaksanakan dalam keadaan aman dan lancar.


Jumat, 11 November 2016

HARI PAHLAWAN



Camplong, 10 November 2016. Personel Denma Brigif 21/Komodo hadir dalam pelaksanaan Upacara bersama dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November yang bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Kupang.

 








Adapun pesan-pesan dari para Pahlawan Nasioanal yang dibacakan oleh protokloler upacara, yaitu sebagai berikut;



1. Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang: “Untuk keamanan dan kesentausan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak takut menghadapi cobaan hidup, karena akan selalu menuntun dan melimpahkan anugrah yang tek ternilai harganya”. 2. Pesan Pahlawan Jendral Sudirman: “Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”. 3. pesan Pahlawan Nasioana Prof. DR. R. Soeharso: “Right or wrong my country, lebih-lebih kalau kita tau, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya”. 4. Pesan Pahlawan Prof. Moh. Yamin, SH: “ Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri “. 5. Pesan Perjuangan dari Supriyadi : “ Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi“. 6. Pesan Perjuangan dari  Teuku Nyak Arif “ Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama “ 7. Pesan Perjuangan dari  Abdul Muis “ Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang “. 8. Pesan Pahlawan Nasional Pattimura “Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit” 9. Pesan Perjuangan dari Bung Tomo “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga.” 10. Soekarno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” 11. Moh. Hatta “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”. “Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.” 12. R.A. Kartini “Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung”.