Jumat, 11 November 2016

HARI PAHLAWAN



Camplong, 10 November 2016. Personel Denma Brigif 21/Komodo hadir dalam pelaksanaan Upacara bersama dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November yang bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Kupang.

 








Adapun pesan-pesan dari para Pahlawan Nasioanal yang dibacakan oleh protokloler upacara, yaitu sebagai berikut;



1. Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang: “Untuk keamanan dan kesentausan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak takut menghadapi cobaan hidup, karena akan selalu menuntun dan melimpahkan anugrah yang tek ternilai harganya”. 2. Pesan Pahlawan Jendral Sudirman: “Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”. 3. pesan Pahlawan Nasioana Prof. DR. R. Soeharso: “Right or wrong my country, lebih-lebih kalau kita tau, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya”. 4. Pesan Pahlawan Prof. Moh. Yamin, SH: “ Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri “. 5. Pesan Perjuangan dari Supriyadi : “ Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi“. 6. Pesan Perjuangan dari  Teuku Nyak Arif “ Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama “ 7. Pesan Perjuangan dari  Abdul Muis “ Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang “. 8. Pesan Pahlawan Nasional Pattimura “Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit” 9. Pesan Perjuangan dari Bung Tomo “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga.” 10. Soekarno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” 11. Moh. Hatta “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”. “Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.” 12. R.A. Kartini “Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung”.