Kamis, 31 Oktober 2013

Pembekalan Pembinaan Teritorial di Korem 161/Wira Sakti


            Pembinaan Teritorial merupakan salah satu fungsi utama TNI-AD yang sangatlah penting bagi prajurit TNI karena mengingat TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, serta membina tali persaudaraan, rasa persatuan di antara prajurit dengan rakyat, dan meningkatkan kerja sama antara  TNI dengn rakyat sehingga terjadi kemanunggalan TNI dengan rakyat yang merupakan rohnya TNI-AD.






 
                 Pada tanggal 31 Oktober 2013 dilaksanakan Kegiatan Terpadu Pusterad Dalam Rangka Puldata Kajian Bujuk-Bujuk Binter di Wilayah Korem 161/Wira Sakti Tahun Anggaran 2013 di aula Korem 161/Wira Sakti. Kegiatan ini langsung di  ambil oleh Kolonel Kav Sutrisno (Dirjianbang) dan Mayor Inf Fajar (Kasi Analisa Evaluasi Sdirbinjianbang Pusterad) dari Pusat Teritorial Angkatan Darat. Kegiatan ini dihadiri oleh prajurit Korem 161/Wira Sakti dan jajaranya, serta Prajurit Brigade Infanteri 21/Komodo dan jajarannya. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kemampuan prajurit yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur dalam bidang teritorial agar pelaksanaan pembinaan territorial sesuai dengan yang diinginkan oleh komando atas.








Rabu, 30 Oktober 2013

Donor Darah



          Untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa perlu adanya komunikasi dan kerjasama disegala lini kehidupan berbangsa, salah satunya adalah kerja sama antar instansi pemerintah yang dipandang penting jika dilihat dari fungsi dan gunanya dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Tentara Nasional Indonesia dalam mengemban tugas mengawal bangsa dan Negara ini, selain melaksanakan tugas pokok pertahanan juga melaksanakan tugas yang dapat membantu kesulitan masyarakat, contohnya secara nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat adalah keikutsertaan dalam donor darah.


Sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda dan jiwa patriot TNI  pada tanggal 30 Oktober 2013, Brigade Infanteri 21/Komodo ikut berpartisipasi melaksanakan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Pemerintah Provinsi NTT. Donor Darah dilaksanakan di Markas Brigade Infanteri 21/Komodo yang langsung ditangani oleh petugas dari Palang Merah Indonesia. Donor Darah ini diikuti oleh prajurit Brigif 21/Komodo dan jajarannya. Komandan Brigade Infanteri 21/Komodo Kolonel Inf E. Reza Pahlevi juga turut serta dalam kegiatan donor darah ini.







Rabu, 23 Oktober 2013

Kunjungan Kepala Staf Kodam IX/Udayana ke Brigade Infanteri21/Komodo dan Jajaran



             Pada tanggal 23 Oktober 2013 Kepala Staf Kodam IX/Udayana Brigadir Jenderal TNI Danu Nawawi melaksanakan kunjungan kerja ke Brigade Infanteri 21/Komodo. Pada kunjungan kali ini  Kepala Staf Kodam IX/Udayana melaksanakan pengecekan pembangunan fasilitas berupa pembangunan perumahan, jembatan dan  lapangan tembak di Markas Brigade Infanteri 21/Komodo serta melaksanakan pengecekan Lapangan Halang Rintang di Kompi Bantuan Batalyon Infanteri 743/PSY. Beliau beserta rombongan datang ke Brigade Infanteri 21/Komodo melalui jalur udara menggunakan Helikopter milik Penerbad mendarat di Kompi Senapan B. Di Kompi Senapan B beliau berkenan memberikan pengarahan kepada anggota Batalyon Infanteri 743/PSY yang bertugas sebagai Korum. Perjalanan dilanjutkan mengunjungi Markas Brigade infanteri 21/Komodo untuk melihat secara langsung proses pembangunan fasilitas pendukung pelaksanaan tugas seperti pembangunan lapangan tembak, pembangunan jembatan, dan pembangunan perumahan. Kunjungan Kepala Staf Kodam IX/Udayana beserta rombongan untuk Brigade Infanteri 21/Komodo ditutup dengan kegiatan pengecekan pembangunan Lapangan Halang Rintang di Kompi Bantuan Batalyon Infanteri 743/PSY. Setelah melaksanakan pengecekan pembangunan Lapangan Halang Rintang perjalanan Kepala Staf Kodam dilanjutkan menuju daerah Kefamenanu melalui jalur udara dalam rangka mengunjungi TMMD ( TNI Manunggal Membangun Desa) yang sedang berlangsung di sana.












Hari Raya Galungan



                Hari Raya Galungan merupakan hari raya umat Hindu yang datangnya setiap enam bulan sekali dalam Tahun Caka. Tepatnya pada wuku Dunggulan berdasarkan Pawukon. Makna Hari Raya Galungan adalah memperingati hari dimana kemenangan Dharma melawan Adharma atau kebaikan melawan kejahatan. Pada Hari Raya Galungan ini seluruh umat Hindu melaksanakan persemahyangan di Pura yang meruakan tempat ibadah bagi umat Hindu.

          
             Pada Hari Rabu tanggal 23 Oktober 2013 warga Brigade Infanteri 21/Komodo yang beragama Hindu melaksanakan persembahyangan di Pura Satria Buana Giri Nanta yang berlokasi di Markas Brigade Infanteri 21/Komodo. Persembahyangan ini dipimpin oleh Sulinggih I Made Putra yang dimana beliau dipercayakan memimpin ritual upacara ini, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pemuka agama.  Persembayangan ini dilaksanakan dalam rangka pembinaan mental dan rohani yang dimiliki oleh prajurit Brigade Infanteri 21/Komodo yang dapat menunjang optimalnya pelaksanaan tugas sehari-hari dan kedepannya nanti.




Senin, 21 Oktober 2013

Pembangunan Jalan


             
         
            Brigade Infanteri 21/Komodo merupakan satuan baru yang membutuhkan banyak sekali pembenahan. Terutama pembenahan jalan yang merupakan akses paling vital karena sebagai penghubung Markas Brigade Infanteri 21/Komodo ke jalan utama yaitu Jalan Timor Raya. Akhir tahun merupakan awal dari musim hujan peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Jika musim hujan telah tiba, maka jalan-jalan di Markas Brigif akan tergenang air dan tanahnya lengket berlumpur. Itu mengakibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa beroperasi, karena kandungan tanah berlumpur atau berlempung.
                
   








                       Menyikapi hal tersebut, prajurit Brigade Infanteri 21/Komodo besama-sama bergotong-royong melakukan pembenahan. Jalan-jalan yang diperkirakan akan tergenang air saat turun hujan dan akan menjadi lumpur ditimbun dengan menggunakan tanah putih, kemudian jalan-jalan ini dibuatkan tangul dan parit untuk mengairkan air yang tergenang sehingga tidak menyebabkan terjadinya genangan air yang menyebabkan tanah berlumpur.